Thursday, January 31, 2008

“The Boss is Always Right?”



Kunci Hubungan Mesra Atasan – Bawahan di Tangan Anda!
Di mana pun, di perusahaan apa pun, banyak kita mendengar keluhan tentang atasan. Bahkan, dalam pelatihan pelatihan yang kami adakan, sudah lazim saya mendengar keluhan: ”Mengapa kita saja sih yang diberi pelatihan seperti ini. Atasan kitalah yang perlu mendapat pelatihan ini”. Atau ” Ibu bisa tidak menyampaikan hal yang ibu katakan tadi kepada atasan kami juga?”

Hubungan atasan – bawahan akan dirasakan sebagai neraka bila ada ’ketidakcocokan’. Tidak jarang individu berencana mengundurkan diri bila ia merasa akan terus berada dibawah bimbingan atasan tertentu. Di lain pihak, banyakkah individu yang kemudian benar-benar mengambil langkah mundur karena alasan atasan tertentu? Tidak juga. Pada dasarnya bawahan tidak bisa memilih atasan, sementara atasan lebih bebas memilih bawahan. Mau tidak mau bawahanlah yang harus menyesuaikan diri dengan bagaimanapun kondisi atasan. Sebagai bawahan, dapatkah kita me-manage hubungan menjadi mesra?

Teman saya ’curhat’ dan mengatakan bahwa atasannya sangat alergik dengannya. Saya perhatikan memang atasan tersebut lebih cepat naik darah bila dia berbuat salah ketimbang rekan lainnya. Usul saya padanya adalah untuk meningkatkan komunikasi, dengan cara konsisten meng-update laporan, baik yang positif maupun negatif pada atasannya. Semula ide ini ditolak olehnya, dengan alasan: ”Ah, nanti saya dikira menjilat atasan dan dituduh teman sebagai tukang mengadu”. Setelah diyakinkan bahwa komunikasi, baik laporan negatif dan positif sangat berguna bagi atasan, ia pun mencobanya. Cara ini ternyata berhasil. Hubungan atasan dan teman saya berubah menjadi mesra. Jelas terlihat bahwa bawahan pun bisa mengontrol dan merubah situasi.

·Belajar Cara Menyampaikan Informasi
Atasan punya banyak cara berkomunikasi. Dari pengamatan saya, bawahan sering tidak merasa penting untuk menyesuaikan cara berkomunikasi. Atasan yang ”mobile”, misalnya, tidak sempat membaca laporan yang berlembar-lembar. Seni berhubungan dengan atasan adalah mengupayakan sedemikian rupa agar komunikasi ’sampai’ pada atasan. ”Saya lebih suka di sms, bila ada hal yang harus saya putuskan”. Preferensi atasan ini yang perlu ’ditemukan’ dan dipelajari oleh bawahan. Dalam penyampaian informasi, bawahan juga perlu belajar membuat kerangka presentasi yang komprehensif. Gunakan ”magic words”, kata-kata berbobot positif, walaupun dalam berita terkandung informasi yang negatif.

·Pelajari ”Likes and Dislikes” Atasan :
Keluhan mengenai atasan yang menganut faham ”likes and dislikes” bisa dijawab santai: ”So what?”. Setiap orang mempunyai ”likes and dislikes”. Ini manusiawi. Setiap orang mempunyai nilai, prioritas, keluatan kelemahan dan keahliannya masing-masing. Setiap atasan juga mempunyai preferensi pertemanan.

Kita sebenarnya bisa menganalogikan situasi ”likes and dislikes” dengan rasa nyaman. Atasan bisa merasa tidak nyaman terhadap situasi tertentu dan tentunya ia tidak akan menyukai bila di bawa ke situasi tersebut. Atasan pun mempunyai kebutuhan akan rasa aman, nyaman dan kesuksesan. Bila Anda membantu atasan untuk merasa nyaman dengan peran Anda di bawah pimpinannya, dan memastikan bahwa peran Anda memberi kontribusi pada kesuksesannya, ia pasti akan bersikap lebih terbuka dengan Anda.

·Jangan Harap Atasan Bertanggung Jawab Terhadap Hubungan Atasan – Bawahan dengan Anda
Wewenang dan kekuasaan atasan yang lebih besar, sering dipersepsi bawahan sebagai kekuatan untuk menghukum, dan berlaku tidak “fair” ke bawahan. Hal ini juga disertai anggapan bahwa atasan-lah yang harus bertanggungjawab untuk membina hubungan baik dengan bawahan. Sebaliknya, kita perlu melihat bahwa tanggung jawab atasan lebih besar, tugasnya lebih sulit, sehingga hubungan mesra dengannya lebih efektif bila diupayakan dari pihak bawahan.

·Bantu Atasan Meraih Sukses
Ingat bahwa Anda dan atasan berada dalam satu tim. Sukses atasan adalah sukses Anda. Kerelaan Anda terhadap kesuksesan atasan, akan terasa olehnya. Biasanya atasan berada dalam posisi yang terisolasi, sehingga ia kekurangan masukan.. Jangan biarkan atasan Anda bersikap acuh tak acuh dengan teknologi, penampilan, dan cara berkomunikasinya. Seorang atasan baru perlu di ”brief” mengenai rahasia umum yang beredar di lingkungan kerja, dan cara cara informal yang biasa dilakukan diluar prosedur standar perusahaan. ”Brief” bawahan seperti ini bahkan akan menghasilkan hubungan saling percaya dan nyaman di tim Anda. Upaya untuk menjadi bagian dari solusi atasan adalah hal yang paling efektif untuk membina hubungan atasan – bawahan.

·Jangan Harap Hasil Segera
Membina hubungan mesra dan saling percaya butuh waktu.
Perubahan sikap atasan tidak terjadi dalam sekejap. Saat mengupayakan peningkatan kematangan dan kedewasaan diri dalam hubungan atasan – bawahan, kita perlu bersabar untuk menunggu reaksi positif atasan.

by: Eileen Rachman, Direktur EXPERD



kirman email dari milis bijaksana

Wednesday, December 12, 2007

LEPASKAN KEPALANMU

Di suatu hutan hiduplah sekelompok monyet. Pada suatu hari, tatkala mereka tengah bermain, tampak oleh mereka sebuah toples kaca berleher panjang dan sempit yang bagian bawahnya tertanam di tanah. Di dasar toples itu ada kacang yang sudah dibubuhi dengan aroma yang disukai monyet. Rupanya toples itu adalah perangkap yang ditaruh di sana oleh seorang pemburu.

Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dalam toples untuk mengambil kacang-kacang tersebut. Akan tetapi tangannya yang terkepal menggenggam kacang tidak dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada ukuran leher toples itu. Monyet ini meronta-ronta untuk mengeluarkan tangannya itu, namun tetap saja gagal.
Seekor monyet tua menasihati monyet muda itu: “Lepaskanlah kepalanmu atas kacang-kacang itu! Engkau akan bebas dengan mudah!” Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tersebut, tetap saja ia bersikeras menggenggam kacang itu.
Beberapa saat kemudian, sang pemburu datang dari kejauhan. Sang monyet tua kembali meneriakkan nasihatnya: “Lepaskanlah kepalanmu sekarang juga agar engkau bebas!” Monyet muda itu ketakutan, namun tetap saja ia bersikeras untuk mengambil kacang itu. Akhirnya, ia tertangkap oleh sang pemburu.
Demikianlah, kadang kita juga sering mencengkeram dan tidak rela melepaskan hal-hal yang sepatutnya kita lepaskan: kemarahan, kebencian, iri hati, ketamakan, dan sebagainya. Apabila kita tetap tak bersedia melepas, tatkala kematian datang “menangkap” kita, semuanya akan terlambat sudah.
Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lampau, dan menatap hari esok dengan lebih cerah? Bukankah dunia akan menjadi lebih indah jika kita bisa melepaskan “kepalan” kita dan membagi kebahagiaan dengan orang lain?
Be Happy!

Alphabet Keberhasilan

A : Accept. Terimalah diri anda sebagaimana adanya.

B :Believe. Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.

C : Care. Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.

D : Direct. Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.

E : Earn.Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.

F : Face. Hadapi masalah dengan benar dan yakin.

G : Go. Berangkatlah dari kebenaran.

H : Homework. Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.

I : Ignore. Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan.

J : Jealously. Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri.

K : Keep. Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.

L : Learn. Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

M : Mind. Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.

N : Never. Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol.

O : Observe. Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan,dengarkan,dan belajar dari orang lain.

P :Patience. Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.

Q : Question. Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.

R : Respect. Hargai diri sendiri dan juga orang lain.

S : Self Confidence, Self Esteem, Self Respect. Percaya diri, harga diri, citra diri,penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang.

T : Take.Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda.

U : Understand. Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda.

V :Value. Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.

W : Work. Bekerja dengan giat, jangan lupa berdoa.

X : X'tra. Usaha lebih keras membawa keberhasilan.

Y : You. Anda dapat membuat suatu yang berbeda.

Z : Zero. Usaha nol membawa hasil nol pula

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template